Google+ Followers

Sunday, September 25, 2016

Cerpen "KORUPSI"

Sepotong Roti Bolu

Siang itu,Andre baru pulang dari sekolah. Ia merasa sangat lapar.Ia pun langsung pergi ke meja makan untuk memastikan ada makanan di sana. Namun, ternyata tidak ada makanan sedikit pun. Andre sangat kesal. Tiba-tiba, ia dikejutkan dengan suara ibunya.
“Andre, apakah kau sudah pulang nak?” tanya ibu
“Iya bu... Andre sudah pulang,” jawab Andre
“Mengapa hari ini ibu tidak memasak? Apakah ibu tidak memiliki uang untuk membeli beras?” lanjut Andre tanpa memberi ibunya kesempatan menjawab pertanyaannya.
“Tidak, ibu punya uang,  tapi sekarang ibu sedang sibuk dengan pekerjaan ibu. Ibu minta maaf ya. Hari ini kamu makan roti ini saja.” Kata ibu sambil mengeluarkan sepotong besar roti bolu.
“Terima kasih bu.” Jawab ibu.
Ibu pun pergi meninggalkan Andre untuk menyelesaikan tugasnya yang sempat tertunda. Kemudian Andre mengambil sepotong roti dan memakannya. Karena sangat lapar, Andre menghabiskan semua roti tersebut tanpa menyisihkan roti untuk adiknya.
Ketika Caca adik Andre baru pulang dari bermain, ia langsung meminta makan kepada ibunya.
“ibu... ibu... Caca mau makan.” Pinta Caca
“Cepat kau minta pada  kakakmu!” perintah ibu.
“Baik bu.” Jawab Caca.
Kemudian Caca pergi ke meja makan untuk menemui kakaknya. Namun, ia tidak menemukan kakaknya ada di meja makan. Caca langsung berlari ke teras untuk memastikan kakaknya berada di sana. Namun, ia tidak juga menemukan kakaknya berada di teras. Ibu yang sedari tadi melihat Caca  berlari-lari langsung menghampirinya.
“Caca, mengapa kau lari-lari? Apakah kau sudah memakan rotimu?” tanya ibu.
“Belum... aku belum memakan rotiku. Sekarang aku masih mencari kakak untuk bertanya padanya dimana ia meletakkan rotiku.”
“Apakah kau telah mencari di kamar kakakmu?” tanya ibu lagi.
“Oh... iya. Aku ke kamar kakak dulu ya bu.” Jawab Caca
Sesampainya ia di kamar Andre, Caca menemukan Andre sedang tertidur. Caca  langsung membangunkan kakaknya.
“Kakak... kakakku tersayang... bangun dong.” Kata Caca di telinga Andre.
“Eh Caca, ada apa Caca?” tanya Andre
“Kakak, dimana kakak meletakkan rotiku?” tanya Caca
Andre mulai sadar bahwa ia telah menghabiskan semua roti bolu tersebut tanpa menyisihkan sebagian untuk adiknya.
“Kakak... ayolah, cepat kakak katakan dimana kakak meletakkan rotiku. Aku sudah sangat lapar.” Kata Caca memohon.
Andre semakin menyesal dengan apa yang telah ia lakukan. Sekarang ia bingung harus mengatakan apa pada adiknya. Andre langsung memeluk Caca untuk meminta maaf.
“Caca... maafin kakak ya. Sebenarnya kakak telah menghabiskan semua roti bolu tersebut. Sekali lagi kakak minta maaf ya...” kata Andre
“Mengapa kakak tega melakukan ini pada Caca?  Caca pikir kakak adalah kakak terbaik di dunia. Caca pikir kakak akan selalu bersama Caca dalam suka dan duka. Namun, saat kita dalam kesusahan seperti ini, kakak melupakan Caca. Caca sangat kecewa pada kakak.” Kata Caca sambil menangis.
Caca lalu meninggalkan Andre sendirian dengan keadaan kecewa. Caca menceritakan semua kejadian tadi kepada ibunya. Ibu yang mendengar cerita Caca merasa sangat kecewa dengan sikap Andre. Ibu langsung menghampiri Andre untuk menasihatinya.
“Andre, mengapa kau melakukan ini kepada adikmu?” tanya ibu dengan sabar.
“Iya bu... Andre sangat menyesal. Andre minta maaf bu...” kata Andre
“Tahukah kamu nak, bahwa kamu telah melakukan korupsi?” tanya ibu.
“Maksud ibu?” tanya Andre tidak mengerti.
“Sekecil apapun hak orang lain yang kamu ambil itu namanya korupsi. Dan roti tadi itu hak mu apa bukan?” tanya ibu.
“Bukan bu... itu bukan hak Andre.” Jawab Andre
“ Dari peristiwa hari ini, pihak siapa yang paling dirugikan?” tanya ibu kembali.
“Caca bu... Sekarang Caca tidak bisa makan...”  kata Andre tidak melanjutkan kata-katanya.
“Bu, Andre izin ke kamar dahulu.” Kata Andre sambil berlari ke arah kamarnya.
Di kamarnya, Andre memeriksa setiap sudut ruangan. Entah apa yang ia cari. Setelah menemukan sebuah kotak kecil yang ternyata berisi uang, ia langsung pergi ke luar rumah tanpa meminta izin pada ibunya. Di luar rumah, ia melihat ada tukang penjual roti. Ia pun menghampirinya dan membeli beberapa potong roti. Setelah membayar uang roti, Andre langsung berlari ke arah rumahnya. Ibu yang melihat Andre, penasaran dengan isi dalam plastik yang dibawa Andre.
“Andre, kau darimana? Dan apa yang kau bawa itu?” tanya ibu.
“Andre dari membeli roti bu. Andre ke kamar Caca dahulu ya bu.” Jawab Andre
Di kamar Caca,  Andre menemukan Caca sedang menangis.  Andre  merasa sangat menyesal. Ia pun langsung memeluk Caca.
“Caca,  maafin kakak ya...  Kakak janji bahwa kakak tidak akan mengulangi hal itu lagi”  kata Andre pada Caca
“Andre,  seharusnya kau bukan hanya berjanji pada adikmu, tapi kau juga harus berjanji pada dirimu bahwa kau  tidak akan mengulanginya lagi.”  Kata ibu yang ternyata sejak tadi melihat Andre dan Caca.
“Iya bu... Andre janji bahwa Andre tidak akan mengulangi perbuatan Andre seperti tadi siang.” Janji Andre.
“Caca mau kan maafin kakak?” tanya Andre pada Caca.
“iya, Caca maafin kakak. Tapi kakak janji ya,  kakak tidak akan mengulangi perbuatan kakak seperti tadi.”  Kata Caca.
“JANJI...”  kata Andre dengan semangat.

Sejak saat itu,  Andre selalu mengingat nasihat ibunya dan janjinya pada Caca untuk menghindar dari perbuatan korupsi. 


By, Resita

No comments:

Post a Comment