Thursday, March 12, 2015

Bank Soal PKN SMK II

16.       Pers mempunyai fungsi untuk memberi informasi atau kabar kepada masyarakat atau pembaca melalui tulisan-tulisannya pada setiap edisinya, disebut dengan pengertian …
A.  Fungsi publik watch dog
B.  Fungsi menghapus mitos
C.  Fungsi pemersatu
D.  Fungsi pendidik
E.   Fungsi memberikan informasi
17.         Berikut ini yang bukan fungsi pers menurut ketentuan undang-undang,adalah....
A.  media informasi
B.  media kebudayaan
C.  media pendidikan
D.  media hiburan
E.   media kontrol sosial
18.         Norma yang berlaku dalam suatu profesi tertentu adalah pengertian dari …
A.  Kode etik
B.  Peranan pers
C.  Perkembangan pers
D.  Kode etik jurnalistik
E.   Hukum
19.       Mengetahui teknik penulisan yang tidak melanggar asas praduga tak bersalah serta tidak merugikan korban kesusilaan adalah salah satu materi dari …
A.  Asas profesionalitas
B.  Asas nasionalisme
C.  Asas religius
D.  Asas demokrasi
E.   Asas kebebasan pers
20.       Globalisasi menimbulkan sikap transparan, demokratis, bertanggung jawab dan menghargai hak asasi manusia dalam menjalankan pemerintahan diberbagai Negara disebut pengertian ….
A.  globalisasi sosial budaya
B.  globalisasi ekonomi
C.  globalisasi perdagangan
D.  globalisasi politik
E.   globalisasi industri dan jasa
21.         Semakin memudarnya nilai-nilai keagamaan dan kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara adalah salah satu pernyataan pengaruh globalisasi dari bidang …
A.  Ekonomi
B.  Pertahanan dan keamanan
C.  Hukum
D.  Politik
E.   Sosial dan budaya
22.       Menguatnya supremasi sipil dengan mendudukkan tentara dan polisi sebatas penjaga keamanan, kedaulatan dan ketertiban Negara yang profesional merupakan salah satu pengaruh globalisasi dalam bidang …
A.  Hukum, pertahanan dan keamanan
B.  Sosial dan budaya
C.  Politik
D.  Ekonomi
E.   Industri dan jasa
23.         Nilai dasar  yang dapat membentengi pengaruh buruk akibat arus globalisasi terkandung dalam .....
A.  UUD 1945
B.  GBHN
C.  Pancasila
D.  Tap MPR
E.   Dekrit presiden
24.         Paham yang lebih mengutamakan kemampuan akal daripada emosional atau batin disebut pengertian …
A.  Kapitalisme
B.  Materialisme
C.  Rasionalisme
D.  Sekulerisme
E.   Globalisasi
25.         Menurut pasal 20 ayat 1 UUD 1945, lembaga yang memegang kekuasaan membentuk undang-undang adalah ….
A.  Presiden                   
B.  MPR                        
C.  DPD
D.  DPR
E.   MA
26.         Undang-undang yang mengatur tentang pers adalah ....
A.  UU No 39 Tahun 1999
B.  UU No 40 Tahun 1999
C.  UU No 45 Tahun 1999
D.  UU No 42 Tahun 2000
E.   UU No 5 Tahun 2001
27.         Pers nasional mempunyai peran untuk ….
A.  Menjual berita                      
B.  Memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui        
C.  Menjadi hiburan untuk masyarakat
D.  Mencari tahu berita untuk disebarkan
E.   Mencari keuntungan dari berita yang didapat
28.         Di bawah ini merupakan sikap pemerintah Indonesia terhadap perkembangan pers nasional pada awal periode revolusi, yaitu ….
A.  Membatasi peranan pers
B.  Membatasi ijin terbit majalah/Koran
C.  Membredel Koran/majalah yang melanggar aturan hukum
D.  Membatu tempat dan subsidi kertas Koran
E.   Melarang penerbit melakukan kritik tajam terhadap pemerintah
29.         Jika pers melakukan bimbingan dan pengawasan kepada masyarakat tentang tingkah laku yang benar atau tidak dikehendaki khalayak, maka proses tersebut melaksanakan fungsi ….
A.  penghubung                         
B.  pendidik                               
C.  opini public
D.  sensasi public
E.   komersil
30.         Pers bebas mengkritik pemerintah sepanjang untuk kepentingan nasional , cinta terhadap bangsa sendiri dan tetap menghormati bangsa lain. Hal tersebut sesuai dengan kode etik jurnalistik asas ….
A.  Profesionalisme                    
B.  Regilius                                
C.  Nasionalisme
D.  Patriotisme
E.   Demokrasi
31.         Dasar hukum jaminan kebebasan berbicara diatur dalam UUD 1945 ….
A.  Pasal 26                                
B.  Pasal 27                                
C.  Pasal 28
D.  pasal 29
E.   pasal 30

32.              Pers merupakan sebutan bagi penerbitan, perusahaan, kalangan yang berkaitan dengan media atau wartawan disebut….
A.  pengertian pers menurut ensiklopedi                       
B.  pers dalam arti luas                                      
C.  pengertian lembaga percetakan
D.  pers menurut uu no. 40 tahun 1981
E.   pengertian pers dalam arti sempit
33.         Pada zaman penjajahan perkembangan pers mengalami hambatan. Pada waktu itu pers dianggap sebagai…
A.  lembaga yang harus diwaspadai                  
B.  media pribumi yang sering dihasut              
C.  sarana komunikasi rakyat yang berbahaya
D.  media pendidikan politik bagi pribumi
E.   sarana pendidikan bagi pribumi
34.         Pengaruh globalisasi tidak dapat kita hindari dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kita harus mau menerima dengan ….
A.  sungguh-sungguh
B.  menyeleksi sesuai dengan keinginan kita
C.  tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa
D.  sebaik mungkin agar tidak tertinggal dari bangsa lain
E.   lapang dada menerima semua denga baik
35.         Globalisasi juga membawa pengaruh dibidang politik, salah satu pengaruh positif adalah….
a.    adanya pemilihan umum
b.    pemilihan umum dilaksanakan secara jujur dan adil
c.    pemerintahan dijalankan secara transparan
d.   adanya kerja sama dengan negara lain
e.    membuka cakrawala masyarakat global
36.         Agar tidak ketinggalan dari bangsa lain, kita selalu meningkatkan kemampuan dibidang iptek, akan dihindari sikap mendewakan teknologi sebab dapat berakibat ….
A.  Menurunkan derajat bangsa
B.  Menurunkan hasil produksi
C.  Menurunkan pendapatan perkapita
D.  Merusak teknologi itu sendiri
E.   Menimbulkan polusi terhadap lingkungan sekitar kita


37.         Dampak negatif era globalisasi yang membawa pengaruh buruk masyarakat Indonesia yang religius yaitu ….
A.  Individualism dan elitisme              
B.  Demokrasi yang anarkisme              
C.  Historis materialism
D.  Materialism dan hedonism
E.   Sekularisme dan individualism
38.         Sistem yang tepat untuk mempertahankan bangsa dan negara dari ancaman bahaya proses globalisasi adalah ….
A.  meningkatkan ketahanan nasional
B.  menutup dari pergaulan internasional
C.  sistem pertahanan rakyat semesta
D.  wajib militer bagi semua warga negara
E.   siap tempur apabila dibutuhkan Negara
39.         Lahirnya globalisasi sangat dipengaruhi oleh perkembangan pesat dari ….
A.  kerja keras dari manusia untuk maju
B.  kemajuan manusia dalam hidupnya
C.  takdir manusia sebagai makhluk Tuhan
D.  majunya teknologi komunikasi dan transportasi
E.   kepandaian perkembangan industri dan teknologi
40.         Sikap untuk menghindari pengaruh buruk globalisasi salah satu caranya adalah ….
A.  menjauhi kemajuan akibat globalisasi
B.  meningkatkan iman dan taqwa
C.  mengikuti dan menerima semua kemajuan akibat globalisasi
D.  menutup diri terhadap pergaulan
E.   menutup diri dengan setiap orang asing yang datang






Cerpen Romantis

Gerbong Kereta Senja Jogja-Surabaya

Di stasiun yang begitu padat pengunjung, aku terdesak dari pintu peron tempatku semula, begitu dahsyatnya gesekan manusia-manusia ini hingga aku jauh terbawa arus dan sempat kehilangan tas yang telah kucangklong dipundak. Beruntunglah tak lama kemudian tas merahku telah kembali digenggamanku, rupanya masih ada orang baik disekitarku yang peduli dan perhatian, tapi sayangnya aku tak sempat menyampaikan trima kasihku pada orang yang telah menyelamatkan tas kesayanganku itu karena dia telah lenyap begitu saja. “Seperti malaikat saja” Batinku, sambil tersenyum sendiri melangkah menuju peron kembali.
Kereta yang kutunggu telah tiba, aku bergegas naik menuju gerbong sesuai yang tertera pada tiket yang kupegang. Baru sampai aku pada tempat duduk yang kutuju, teriakan –teriakan dari sekitarku mengagetkanku kembali, aku sedikit tersungkur namun segera dapat menguasai diri kembali. Saat aku mulai merapikan tas ransel yang terjatuh dari punggungku, seorang nenek tua menghampiriku dan mengatakan beberapa kalimat yang sama sekali tak kumengerti, beruntunglah gadis kecil cucu sang nenek yang ternyata duduk berseberangan denganku segera menghampiriku, dan menjelaskan bahwa ada laki-laki dibelakang yang telah menyelamatkan aku dari aksi pencopet yang tadi mendorongku. Aku bersyukur ternyata aku lagi-lagi telah diselamatkan, “Trima kasih cantik” Ucapku saat gadis kecil itu berlalu.
Kulirik kursi belakang, tak nampak seorang laki-laki yang disebut gadis kecil tadi, hanya ada beberapa ibu-ibu cantik, dua anak kecil dengan dua pasang kakek nenek diseberangnya. “Ah.. mana orang yang menolongku” Gumamku dalam hati dengan sedikit rasa penasaran. Namun rasa penasaranku terkalahkan oleh lelahku, beruntung kursi disebelahku tak terisi, kucari posisi ternyaman untuk perjalanan menuju Surabaya yang pasti cukup akan melelahkan bagiku.
Masinis kereta membangunkan aku dari tidur, “Cek ticket mbak” Ucapnya. Baru kusadari ternyata ticket yang diminta ada didalam tas ransel yang kuletakkan dibagasi atas tempat duduk, dan saat aku hendak berdiri telepon genggam yang sebelumnya ada di pangkuanku terlempar ke arah belakang melewati kolong bawah bangku, begitu sial terus aku hari ini. Namum urusan dengan masinis segera kuselesaikan. Sedikit cemas aku mencari telepon genggamku dibangku belakang, khawatir terlempar jatuh sampai keluar kereta, sebab bangku yang kududuki lumayan tak jauh dari pintu belakang gerbong.
Kucoba menanyakan pada ibu yang duduk persis di belakang kursiku, namun tak sempat beliau menjawab, anak kecil yang duduk disebelahnya mengatakan kalau telepon milikku terlempar ke belakang sambil menunjuk bangku paling ujung dari gerbong yang kami naiki.” Trima kasih ya sayang” Ucapku untuk sikecil. Dengan sedikit berharap semoga hand phone itu bisa kutemukan, aku menuju bangku paling belakang gerbong. Tampak duduk seorang lelaki dengan wajah misterius dan berkaca mata hitam sedang menggenggam teleponku, “Alhamdulillah..” aku berseri menerima benda kecil itu dari tangannya. “Trima kasih banyak mas” Kataku sambil kuhafal wajahnya. Ketika aku berbalik ada suara tegas yang menahan langkahku, “Lain kali hati-hati” Ujarnya dan hanya kubalas senyum.
Kembali kunikmati hamparan sawah diujung senja sore menjelang malam. Lukisan tuhan diatas awan membentuk aurora kuning kemerahan menciptakan keindahan yang luar biasa. Kejadian-kejadian yang kualami hari ini sungguh membuat aku lebih bersyukur, hanya karena kehendak tuhan aku terbantu oleh banyak orang, hingga aku bisa selamat melalui semua kejadian yang lumayan menakutkan bagiku.
Tiba-tiba kereta berhenti disebuah stasiun yang lumayan besar, sayangnya aku belum sempat mengetahui distasiun mana keretaku berhenti kereta telah bergerak kembali. Naik turunnya penumpang di stasiun ini membuat aku harus waspada, aku tak mau kejadian-kejadian seperti yang tadi kualami terulang kembali. Sepertinya lebih banyak penumpang yang naik kegerbong kami, dari pada yang turun, sesaat gerbong ini terasa sangat sesak dan ramai, untunglah semua harus duduk sesuai nomor bangku pada ticket. Kekhawatiranku sedikit terurai saat seorang ibu menuju kearah tempat duduk disebelahku. Sayangnya tampak sebaliknya, diraut wajahnya nampak kecemasan akan putranya yang belia, yang harus duduk terpisah dengannya. Berulangkali dia menoleh kearah bangku belakang. Seingatku bangku kosong dibelakang tempat kami ini, hanyalah bangku paling belakang gerbong tempat laki-laki misterius itu duduk.
Akhirnya kuputuskan untuk mengalah dan memberi tempat untuk anak ibu yang duduk dibangku belakang agar bisa pindah disamping ibunya. Senang melihat wajah lega dari ibu tadi. Dan tanpa berlama-lama aku segera mengambil tas ransel yang ada dibagasi atas bangku kami. Masinis yang sedang memeriksa ticket baru membantuku memindahkan tas itu ke bangku belakang yang aku tuju,beruntung pula beliau mengijinkan perpindahan kami.
Lelaki berkacamata hitam itu telah menyiapkan tempat aku duduk disamping jendela, lagi-lagi aku merasa beruntung mendapat posisi duduk favoritku. Tanpa kusadari tas ransel yang tadi dibawa oleh bapak masinis sudah berada didalam bagasi, aku melirik dia sambil tersenyum. Tak banyak kata selama hampir satu jam sejak kami duduk berdua, hanya sesekali kulihat dia yang asik membaca buku hitam ditangannya, persis seperti pakaian yang dia pakai.
Sebenarnya jauh dalam hati aku merasa mengenal sosok lelaki disampingku ini, delapan tahun yang lalu terakhir aku bertemu dengan sosok yang amat mirip dengan penampilannya. Dari perawakan kecilnya, dari angkuh dan suaranya, aku merasa sangat akrab. Hingga tak terlintas sedikitpun kekhawatiranku untuk memilih duduk disebelahnya meski dia tampak misterius sejak awal. Tiba-tiba dia menoleh kearahku yang sedari tadi memperhatikannya, bergegas aku memalingkan wajahku kearah jendela. Sayangnya hanya nampak pemandangan hitam, rupanya mendung sedang menutup wajah rembulan malam ini.
Semangatku kembali saat ada penjajah minuman hangat menawarkan dagangannya, harum kopi susu yang dijajakan merayu penciumanku. Kubeli dua gelas kopi susu dari merk yang memang jadi kesukaanku. Satu gelas kuberikan untuk teman dudukku ini, dan dengan sedikit basa-basi kutanyakan apakah dia suka dengan rasa kopi susu itu. “Lumayan” Jawabnya, tanpa menolehku sama sekali. “Tapi tak senyaman kopi buatanmu pasti..,” Lanjutnya. Aku benar-benar terkejut saat mendengar kalimat yang paling panjang dia ucapkan semenjak kami bertemu sehari ini. “Buatanmu..?” Aku bertanya dengan nada yang sangat bingung, karena betul-betul tak mengerti buatan siapa yang dia maksud. Akhirnya dia memandangku dan sekali lagi mengatakan “Ya buatanmu lah..!, masa kamu nggak bisa mengartikan kata-kataku”, Ucapnya sekali lagi.
Baru kulihat jelas sekarang wajahnya, dan aku semakin yakin kalau dia adalah orang yang benar-benar aku kenal sepuluh tahun yang lalu. Tiba-tiba dia berubah jadi lumayan cerewet. “Apa aku sudah sangat berubah hingga..?” Pertanyaannya berhenti begitu saja. “Bukannya kamu berubah tapi aku hanya takut salah mengenali sebab...” Kali ini aku yang benar-benar kehilangan kata.
Kali ini aku melihat dia tersenyum sambil mengetik sesuatu ditelepon genggamnya, dan seketika itu pula teleponku juga bergetar.Tampak satu pesan muncul dari sebuah kontak nama yang telah lama tak pernah kulihat lagi dilalu lintas obrolanku. “(X)” Tanda khas milik seorang kawan yang delapan tahun ini cukup aku rindukan meski tak pernah lagi aku nantikan. Kubalas peasan itu dengan mengirim “(.)” seperti biasa saat aku menjawab pesan-pesannya seperti waktu-waktu dulu, dan telepon digenggamannyapun bergetar. Sesaat tawa kami pecah, dinginnya malam digerbong kami sudah tak terasa lagi. Cerita-cerita mengalir begitu saja dengan perdebatan-perdebatan yang cukup panjang. Persis saat dulu ketika kami masih saling berbincang, saling mengolok, bercanda, diskusi hal-hal kecil tentang puisi, novel sampai urusan negara.
Tepat pukul 22.00Wib malam itu kereta berhenti ditujuan akhir perjalanannya. Berbeda dengan saat naik, aku tak lagi bergegas turun, melainkan menunggu semua penumpang dari gerbong kami turun. Rasa takut sudah hilang, yang ada rasa cemas akan kembali berpisah dengan teman dudukku yang sedari tadi setia menjadi pelindungku dari berbagai kejadian yang menimpaku seharian.

Dengan sigap dia menenteng tanganku saat turun dari kereta. Tas ranselku aman digenggamanya. Saat kami tiba dikursi rest area dia menanyakan tujuanku setelah sampai di kota transit ini.”Langsung pulang..?” Tanya dia. Aku hanya tersenyum, aku yakin dia sudah tau tujuanku selanjutnya. Sesaat kemudian dia kembali meraih tasku, dan segera beranjak dari tempat duduk kami. Aku segera mengikuti langkahnya, dalam hati kusampaikan trima kasihku pada tuhan atas semua yang kualami sehari ini. Mudah-mudahan akan banyak kebahagiaan setelah hari ini, gumamku dengan melangkah pasti.